Kamis, 18 Juli 2019

Dua

Semakin lama, semakin terpuruk bahkan sampai drop, hampir tiap bulan sakit. Akhirnya bulan oktober aku nekat pulang tanpa ngabarin orang tua. Disitu kakak mulai kerasa kalau aku ada masalah, akhirnya siangnya aku cerita keibu, ibu shock berat dan pamitan keayah mau jalan-jalan kami ke warung makan milik kakak saya disana aku cerita semua.
Akhirnya kakak mau usaha bantu bpkb sepeda 2 terpaksa kami jaminkan untuk pinjam dana 30juta, cicilan tiap bulan 3 jutaan selama 1tahun.
Akhirnya saya terlepas dari jerat hutang, tapi masalah muncul lagi dari tempat kerja. Kira-kira 1 bulan setelah aku pulang, aku dapat kabar paket COD dengan nominal 1juta keatas tidak jelas status pengirimannya.
Akhirnya ditelusuri ternyata paket itu terkirim tapi uang COD tidak diserahkan pada kantor. Sampai nominalnya cukup besar. Akhirnya kita harusbganti rugi kan aku mau bilang kekeluarga, aku dapat kabar kalau saudara sepupu ada yang meninggal dan ayah opname dan harus operasi karena prostat.
Dan terpaksa usaha keluarga tidak jalan selama 1bulan, otomatis ibu tidak ada pemasukan sama sekali. Disitu aku pinjam lagi nominal 2jta, karena akhir tahun aku akan resign dan akan melanjutkan usaha keluarga, aku pikir aku bisa melunasi. Karena ayah sudah janji akan memberikan hak usaha keluarga keaku, otomatis aku akan ada pendapatan tiap bulan minimal 1,5 juta.
Ternyata setelah aku resign dan ada pinjaman 2jta, ayah tidak memberikan usaha itu. Setiap kali aku akan urus pasti direbut, disini aku bertanya lalu untuk apa aku disuruh pulang?



Nb. Jangan pernah memberi janji kepada anak karena setiap janji yang orang tua keluarkan untuk anak itu ada sumber pengharapan bagi anak. Janji orang tua adalah salah satu ladang kebahagiaan anak jika terwujud. Sebelum berjanji pada anak tolong dipertimbangkan dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar